MEMBACA KERTAS KOSONG “Antara Kebijakan dan Kepentingan” Jamhuri” Persoalan 21 Paket D-PUPR Jika Legislator Ingin Penegakan Hukum Secara Elegan Laporkan, Jangan Hanya Umbar Informasi”. Jamhuri Sebut Sikap Gubernur Jambi Yang Seolah-olah Membela Sekda Sarolangun. Seperti Sikap lawyer.  Kegiatan Politik Cacat Administrasi, Sekda Sarolangun mendadak Mundur. Aktivis Jambi Minta Gakkumdu Tegas.

Home / Uncategorized

Sabtu, 24 Desember 2022 - 16:15 WIB

Anggaran Ratusan Milyar di RSUD Ahmad Ripin Dikatakan Sekda Salah Input

Fartnetnews.com,MUARO JAMBI – Dalam beberapa hari belakangan terkuak anggaran di RSUD Ahmad Ripin diantaranya anggaran kontruksi pembangunan Parkir motor di RS Ahmad Ripin Sengeti kabupaten Muaro Jambi yang mana terdapat dua mata anggara dan terbilang fantastis mencapai ratusan milyar rupiah dibantah sekda Muaro jambi.

Dan yang menjadi pertanyaan ada dua mata anggaran untuk pembangunan parkir di RSUD Ahmad Ripin anggaran pertama dengan nama pembangunan parkir motor dan anggarannya sangat fantastis mencapai hingga Rp. 1111.366.000.000.- (seratus sebelas miliar tiga ratus enam puluh enam juta rupiah)

Dan satu mata anggarannya lagi dianggarkn Normal yakni, pekerjaan kontruksi belanja modal bangun parkir yang nilainya hanya Rp.111.366.000 (seratus sebelas juta tiga ratus enam puluh ribu rupiah) dan pekerjaannya saat ini sudah rampung dikerjakan

Terkait persoalan itu Sekda Muaro jambi Budi Hartono membantah jika terdapat anggaran yang tumpang tindih

” Saya yakin tidak ada tumpang tindih anggaran,namun untuk lebih jelasnya saya minta waktu sebentar untuk konfirmasi ke Dir RS. Ahmad Ripin”, ujar sekda melalu pesan whatsapp pribadinya (24/12/2022)

Kemudian selaku ketua TIM APD Sekda mengatakan Penafsiran atau dugaan terhadap adanya tumpang tindih Anggaran di RSUD AHMAD RIPIN disebabkan karena adanya kekeliruan PPK saat input Rencana Umum Pengadaan (RUP) di website LPSE LKPP tertulis pembuatan parkir kendaraan yang pagu seharusnya 111 juta namun tertulis 111 milyar kelebihan angka nol 3,

” Ini salah,salah input”Sampai Sekda.

Dilanjutnya, karena sudah masuk sistem kemudian sudah dibatalkan dan diganti dengan pagu sebenarnya yakni 111 juta dan kegiatannya dilaksanakan dengan anggaran tersebut.

“Jadi tidak ada tumpang tindih anggaran atau kegiatan fiktif, Semua kegiatan kontruksi di RSUD AHMAD RIPIN menggunakan dana BLUD,” Tutup sekda.

BERITA TERKAIT  Ada Apa?..Anggaran Terbatas. Infrastruktur Jalan Tak Dibangun, Pemkab Muaro Jambi Lebih Prrioritas kan Bangun Instansi Vertikal.

Namun ada yang janggal dan diluar logika jika benar salah input itu hanya lah pada item tertentu saja bukan hampir keselurahan kegiatan kontruksi di RSUD tersebut,seperti salah hanya item pekerjaan saja, namun Total keseluruhan anggaran di RSUD Ahmad ripin seharusnya tidaklah mencapai Ratusan Milyar rupiah.

Seperti diketahui yang dirilis dari LKPP Anggaran secara keseluruhan untuk RSUD Ahmad Ripin sangat fantastis mencapai hingga Rp.133.204.000.000,(seratus tiga puluh tiga milyar dua ratus empat juta rupiah.) dan anggaran tersebut terbagi menjadi dua kelompok.

Untuk anggaran Kontraktual diketahui sebesar Rp.128.149.000.000,(seratus dua puluh delapan milyar seratus empat puluh sembilan juta rupiah.) dan anggaran swakelola Rp.5.045.000.000,)( Lima milyar empat puluh lima juta rupiah).

(Team GJM)

 

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Jamhuri Menilai Kebijakan Pemkot Jambi Tidak Ada Kepastian Hukum Atas Kegiatan Stockpile PT. SAS di Aur Kenali 

Uncategorized

Ketua DPRD Yuli Setia Bakti Berikan Piagam Penghargaan Kepada Forkompinda

Uncategorized

TERBUAI KEKUASAAN

Uncategorized

Tiga Pencurian Kendaraan Bermotor Diamankan Polisi Polda Jambi 

Uncategorized

NAFSU SERAKAH KEKUASAAN OKNUM BERKERAH PUTIH

Uncategorized

Dua Pelaku Penambangan Minyak Ilegal di Desa Bungku Diamankan Ditreskrimsus Polda Jambi 

Uncategorized

Jamhuri Sebut Sikap Gubernur Jambi Yang Seolah-olah Membela Sekda Sarolangun. Seperti Sikap lawyer. 

Uncategorized

Jamhuri” Persoalan 21 Paket D-PUPR Jika Legislator Ingin Penegakan Hukum Secara Elegan Laporkan, Jangan Hanya Umbar Informasi”.